Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Beda bronkitis dan pneumonia. Tahukah Anda apa itu penyakit bronkitis dan pneumonia yang sudah cukup sering dialami masyarakat? Banyak orang salah persepsi dan menyamakan antara gangguan penyakit bronkitis maupun pneumonia. Mengingat keduanya sama-sama disebabkan oleh infeksi yang menyerang saluran pernafasan. Ditambah lagi dengan munculnya gejala batuk dari kedua penyakit tersebut.

Tak jarang, mereka melakukan diagnosa mandiri hanya melalui beberapa gejala saja. Bahkan tak jarang pula, mereka menyamakan hasil diagnosa yang diberikan dokter atas penyakit tersebut.

Padahal terdapat perbedaan bronkitis dan pneumonia dalam beberapa hal. Di antaranya seperti gejala lain yang ditimbulkan dan penyebab infeksi yang menyerang. Perhatikan penjelasan di bawah ini mengenai perbedaan kedua penyakit tersebut.

Baca juga: Waspada gejala penyakit pernapasan berikut ini

Perbedaan Bronkitis dan Pneumonia pada Saluran Pernafasan

Ada beberapa poin yang membedakan antaran bronkitis dan pneumonia, di antaranya sebagai berikut.

Bronkitis

Penyakit Bronkitis merupakan gangguan infeksi yang menyerang saluran bronkus dan menimbulkan peradangan. Penyebabnya ada bermacam-macam, di antaranya seperti infeksi virus, bakteri, atau pun terlalu sering terpapar asap rokok dan polusi. Penyakit bronkitis dibedakan menjadi dua jenis, yaitu bronkitis akut dan bronkitis kronis.

Bronkitis akut bersifat jangka pendek, di mana gejala akan berlangsung sekitar 7 – 10 hari. Sedangkan untuk bronkitis kronis biasanya berlangsung lebih lama dan lebih parah. Gejala ini sering kali menyerang penderita asma, emfisema, dan para perokok aktif.

Baca juga: Manfaat Susu Dancow Full Cream untuk Dewasa

Gejala yang ditimbulkan

  1. Dada terasa sesak seperti ada yang menyumbat
  2. Batuk yang disertai lendir berwarna kuning kehijauan, bening, putih, serta lendir bercampur darah.
  3. Terdengar mengi atau bunyi nafas terdengar lirih
  4. Badan terasa lebih lemas
  5. Panas dingin (meriang)
  6. Demam
  7. Pilek dan hidung tersumbat
  8. Sakit tenggorokan

Gejala batuk pada bronkitis akut sering kali bertahan hingga beberapa minggu, meski gejala lainnya sudah tidak dirasakan penderita. Kondisi ini dikarenakan saluran bronkus sedang dalam masa penyembuhan. Sedangkan saat mengalami bronkitis kronis yang bertambah parah, biasanya penderita sudah mengalami gejala bronkitis akut.

Pneumonia

Pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan yang menyerang paru-paru dan disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, dan jamur. Kondisi ini terjadi bila alveolus (kantung udara yang menjadi tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida) terisi oleh cairan.

Akibatnya, organ dalam paru-paru mengalami peradangan. Pneumonia dapat dialami oleh siapapun, baik itu usia bayi, anak-anak, hingga lansia di atas 65 tahun. Penderita dengan kondisi medis kronis seperti gagal jantung, asma, atau pun diabetes dinilai juga lebih berisiko.

Begitupun dengan orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Gejala pneumonia bisa dikategorikan ringan maupun parah didasarkan atas penyebab, usia, serta kondisi kesehatan penderita secara menyeluruh.

Gejala yang ditimbulkan

  1. Batuk disertai dahak yang berwarna  hijau, kuning, bahkan bisa mengeluarkan darah
  2. Sesak napas
  3. Demam
  4. Menggigil
  5. Nyeri di area dada terutama saat batuk dan menarik nafas secara dalam-dalam.
  6. Sakit kepala
  7. Mual dan muntah
  8. Keringat berlebihan
  9. Lemas

Secara garis besar, bisa dilihat bahwa perbedaan bronkitis dan pneumonia yang menyerang saluran pernafasan ini memiliki sedikit kemiripan. Keduanya memiliki perbedaan yang mendasar dalam hal gejala atau pun penyebabnya.

Sumber: medicalnewstoday.com

Misalnya saja meski sama-sama merasakan nyeri dan sesak, tapi antara bronkitis dan pneumonia memiliki tingkatan nyeri dan sesak yang berbeda.

Apabila Anda merasakan tanda-tanda seperti pneumonia dan bronkitis di atas, sangat disarankan untuk berkonsultasi ke dokter. Terlebih lagi bagi Anda yang masih bingung dalam mengetahui perbedaan bronkitis dan pneumonia.

Jangan hanya melakukan diagnosis mandiri dan menganggap keduanya sama. Karena hal ini akan sangat berpengaruh terhadap perencanaan pengobatan penderita.

Terpopuler

Leave a comment

Tinggalkan Balasan