Komunikasi persuasif

Sukses mempengaruhi orang lain. berpengaruh itu kata-katanya selalu didengarkan. Apa yang diinginkan dimengerti orang lain dan mereka rela mengerjakan apa maunya. Bisa menjadi sosok berpengaruh yang kata-katanya didengarkan orang menjadi dambaan.

Seringkali, kita mengikuti kursus atau pelatihan tentang komunikasi. Ada banyak kelas tentang komunikasi yang dibuka dan animo peminatnya begitu tinggi meskipun harganya tergolong mahal.

Ingin sukses mempengaruhi orang terkadang memang harus ditempuh dengan cara melelahkan dan mengeluarkan banyak uang. Pernahkah kamu mengikuti salah satu kelas komunikasi yang harganya mahal itu?

Baca juga: Social Media Marketing

Saya pernah mengikuti sesi gratisnya Talk inc milik Erwin Parenkuan. Cuma ya ketika tahu harganya sepertinya tidak masuk dalam range.

Ingin sukses mempengaruhi orang?

Komunikasi yang berdampak nyata, persuasi yang berhasil mempengaruhi orang. Komunikasi adalah cara kita berhubungan dengan orang lain dan setiap kita pasti memiliki kemampuan alami berkomunikasi.

Mengapa pelatihan komunikasi menjadi sangat diminati? Mengapa komunikasi persuasif menjadi sangat penting? Tulisan ini mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Yuk, mari kita mulai dari yang mudah dulu.

Baca juga: Digital Marketing: Panduan, Manfaat, Strategi

Komunikasi itu

Sebagai sarjana komunikasi, bekerja selama sepuluh tahun lebih di bidang komunikasi, yakni sebagai jurnalis, akan tetapi masih kerap gagal membangun komunikasi persuasif yang berhasil.

Urusan ngomong tentu menjadi modal dasar dan pekerjaan sehari-hari terutama saat mewawancarai narasumber. Pun ketika menulis artikel atau berita, hakikatnya itu adalah bentuk komunikasi.

Meskipun demikian, dalam keseharian kerap gagal menyampaikan maksud dengan baik dan diterima lawan bicara secara gamblang? Itulah sebabnya, belajar itu sepanjang hayat. Apa yang kita serap, apa yang kita pelajari harus selalu diupdate dari hari ke hari.

Baca juga: Pengantar Ilmu Komunikasi

Definisi

Baiklah, saya mencoba memahami apa dan bagaimana komunikasi persuasif dengan merujuk kbbi di situs ini.

komunikasi/ko·mu·ni·ka·si/ n 1 pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami; hubungan; kontak; 2 perhubungan;
— dua arah komunikasi yang komunikan dan komunikatornya dalam satu saat bergantian memberikan informasi;
— formal komunikasi yang memperhitungkan tingkat ketepatan, keringkasan, dan kecepatan komunikasi;
— massa Kom penyebaran informasi yang dilakukan oleh suatu kelompok sosial tertentu kepada pendengar atau khalayak yang heterogen serta tersebar di mana-mana;
— sosial komunikasi antarkelompok sosial dalam masyarakat;

berkomunikasi/ber·ko·mu·ni·ka·si/ v mengadakan komunikasi; berhubungan;

mengomunikasikan/me·ngo·mu·ni·ka·si·kan/ v mengirim lewat saluran komunikasi; menyebarkan melalui saluran komunikasi: seorang manajer wajib ~ peraturan perusahaan kepada seluruh karyawan

Kemudian persuasi artinya seperti ini.

persuasi/per·su·a·si/ /pérsuasi/ n 1 ajakan kepada seseorang dengan cara memberikan alasan dan prospek baik yang meyakinkannya; bujukan halus: mereka percaya dapat meyakinkan orang lain dengan — saja; imbauan; 2 karangan yang bertujuan membuktikan pendapat;

memersuasi/me·mer·su·a·si/ v membujuk secara halus; meminta agar meyakini: saya menunggu cukup lama mencoba ~ dia

persuasif/per·su·a·sif/ /pérsuasif/ a bersifat membujuk secara halus (supaya menjadi yakin): hanya dengan cara — pendekatan itu dapat dilakukan;— manipulatif teks persuasif yang menggunakan alasan-alasan implisit

Komunikasi persuasi bisa dimaknai sebagai tindakan atau proses mengubah pikiran atau perilaku orang lain untuk melakukan atau mempercayai sesuatu sesuai yang kita inginkan.

Baca juga: Belajar menulis storytelling

Berawal dari niat

Hal terpenting dalam persuasi adalah kemauan melakukan atau meyakini sesuatu sesuai yang kita inginkan. Niatan kita melakukan persuasi adalah menginginkan lawan bicara kita mau mendengarkan, memahami, dan melakukan apa yang kita sampaikan.

Kunci penting yang keberhasilan komunikasi persuasi adalah mereka mau menerima ide kita dan masuk dalam alam pikiran mereka.

Meskipun saya mempelajari hal ini sejak di bangku kuliah, teknik-tekniknya, bahkan hingga langkah demi langkah secara sesuai teori masih saja sering menghadapi kendala dalam kenyataan.

Mengapa? Karena pada kenyataanya kita melakukan komunikasi dengan manusia yang juga punya kehendak, keinginan, dan juta trik yang mereka dapatkan seiring perjalanan kehidupan.

Baca juga: 5 Trik Menulis Copywriting Ramah SEO

Soft Skill

Komunikasi adalah soft skill yang harus selalu disegarkan, dipergunakan hingga mahir. Sebab, setiap manusia punya nilai, keyakinan, dan pemahaman tersendiri mengenai apa yang harus dilakuka dan tidak.

Ketika diminta menerima pandangan atau keyakinan berbeda tentu butuh proses dan ada konteks ruang dan waktu. Konsistensi untuk meningkatkan skill dan seni berkomunikasi akan sangat menaikkan nilai diri.

Sayangnya, seringkali kita terjebak dalam kebiasaa bicara atau presentasi yang sangat membosankan dan tidak menginspirasi sama sekali. Seni persuasi hanyalah satu ragam dari banyak jenis komunikasi kalau ditinjau dari sisi niat.

Baca juga: Kisah Viral Pasangan Menikah dengan Mahar Google Adsense dan Hosting Unlimited

Ada komunikasi yang niatnya memang hanya menyampaikan informasi, seperti misalnya pengumuman di bandara, pengumuman di krl, transjakarta, atau MRT jelang pemberhentian, atau informasi di radio dan televisi.

Nah, bila kita ingin menyampaikan sebuah persuasi tentu caranya sangat berbeda dengan bila hanya menyampaikan informasi. Apalagi bila persuasi kita dalam urusa bisnis, yaitu paya mempengaruhi orang.

Persuasi sangat menantang.

Apa alasan yang kuat sehingga audience kita mau meyakini apa yang kita sampaikan?

Dari sini kita perlu memahami betul siapa lawan bicara atau audiens, bagaimana pandangan mereka, apa harapan atau kekhawatira mereka, dan yang lebih penting adalah mengapa mereka harus mendengarkan apa yang mau kita sampaikan?

Presentasi. Photo by Campaign Creators on Unsplash

Ada sebuah pendekatan penting dalam melakukan komunikasi persuasi. Yakni, audience center approach. Perlu menyiapkan antisipasi seperti apa reaksi audiens.

Cara sukses mempengaruhi orang lain

Audience center approach ini mengacu paper dua psikolog, Richard Petty dan John Cacioppo (1986) yang memberikan saran bagaimana kita mesti berpikir tentang pesan yang akan berpengaruh dan bisa membujuk orang.

Ide pokoknya, jika kita suka dengan paparan dalam presentasi, kita akan berpandangan positif dengan pandangan dan pesan yang  disampaikan serta cenderung menerimanya. Sebaliknya bila tidak suka cenderung menolak.

Jadi, bagaimana agar pesan kita diterima? Pastikan kita melihat reaksi lawan bicara atau audiense selama pemaparan atau presentasi. Perhatikan reaksi baik verbal maupun gesture yang muncul.

Komunikasi bukan proses pasif karena pendengar akan secara konsisten menghakimi apa yang kita sampaikan. Jika persuasi kita berhasil, audiens tidak saja menerima pesan tetapi juga terinspirasi untuk mengambil tindakan.