sentra ikan ngrajek

PEMERINTAH DAERAH turut memegang peranan penting dalam upaya peningkatan kapasitas inovasi daya saing nasional.

Sistem Inovasi Daerah (SIDa) adalah keseluruhan proses dalam satu sistem untuk menumbuhkembangkan inovasi yang dilakukan antar institusi pemerintah, pemerintahan daerah, lembaga kelitbangan, lembaga pendidikan, lembaga penunjang inovasi, dunia usaha dan masyarakat di daerah.

Provinsi Jawa Tengah mengembangkan SIDa dengan visi sebagai wahana utama peningkatan daya saing dan kohesi sosial dalam mewujudkan masyarakat Jawa Tengah yang semakin sejahtera.

Demi mencapai visi tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Jawa Tengah mencanangkan tiga strategi pengembangan SIDa, yakni klaster UMKM, Kabupaten/Kota Inovatif dan Desa Inovatif.

SIDa berbasis Klaster UMKM adalah sinkronisasi antara inovation trigger, lembaga pendukung inovasi dan pengguna inovasi di daerah guna mengembangkan produktivitas dan daya saing klaster UMKM.

Klaster UMKM merupakan suatu kelompok usaha sejenis dalam suatu kawasan dimana saling berhubungan karena adanya kebersamaan dan sifat saling melengkapi.

Pola hubungan kebersamaan dan saling melengkapi dalam klaster dapat diilustrasikan sebagai berikut.

Pendekatan ini digunakan di Jawa Tengah dengan beberapa alasan sebagai berikut.

  1. Keberhasilan klaster memiliki daya ungkit tinggi bagi pembangunan daerah
  2. Membantu UMKM untuk mencapai skala ekonomi yang optimum melalui kebersamaan
  3. Memudahkan transfer pengetahuan dan teknologi
  4. Menciptakan lingkungan yang kreatif untuk menumbuhkan inovasi dan kerjasama
  5. Lebih fokus mendorong sinergitas dan memudahkan stakeholder dalam fasilitasi dan pembinaan UMKM di dalam klaster.

Baca juga: Jokowi naikkan harga bbm

Klaster kompetensi inti inovasi daya saing daerah

Dalam rangka mendorong SIDa berbasis klaster telah dibentuk klaster kompetensi inti daerah di 35 daerah di Jawa Tengah.

Klaster kompetensi inti daerah pada masing-masing daerah hanya dibatasi dengan 1 (satu) klaster dengan cara penentuan sebagai berikut.

  1. Kepala Daerah menunjuk Bappeda/lembaga litbang untuk membentuk tim multi stakeholder
  2. Anggota tim terdiri dari SKPD terkait pengembangan ekonomi, Kadin dan Asosiasi perusahaan sejenis, Perguruan Tinggi serta tokoh masyarakat
  3. Rapat bersama (FGD) dan didukung analis data untuk menentukan klaster unggulan.

Pada dasarnya pengembangan klaster diarahkan pada rekayasa sosial seperti penguatan kelembagaan klaster dan rekayasa teknologi seperti pengembangan teknologi tepat guna. Rekayasa sosial dalam kelembagaan klaster berupa forum rembug klaster kompetensi inti dalam inovasi daya saing daerah.

Adapun cara membentuk forum rembug klaster sebagai berikut.

  1. Melakukan identifikasi pihak-pihak terkait untuk pengembangan klaster kompetensi inti daerah
  2. Membentuk forum rembuk klaster
  3. Membuat AD/ART, Rencana Usaha dan SK Legalitas Forum
  4. Klaster dikukuhkan oleh Kepala Daerah.

Sedangkan rekayasa teknologi berupa teknologi tepat guna diarahkan sesuai dengan kebutuhan teknologi klaster.

Kebutuhan teknologi klaster dapat dipenuhi dengan cara:

  1. Klaster melakukan identifikasi kebutuhan teknologi
  2. Forum SIDa mempertemukan klaster dengan penyedia teknologi
  3. Penyedia teknologi menyediakan teknologi yang dibutuhkan klaster
  4. Teknologi diaplikasikan dalam klaster.

Sentra Ikan di Ngrajek Magelang

Magelang adalah satu kabupaten di dalam wilayah administratisi Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Magelang berada di kaki gunung Merapi dan Merbabu di sisi timur serta Sumbing dan Sindoro di barat dan barat daya.

Aliran sungai besar seperti kali progo, kali elo serta sejumlah sungai dengan lebar dan kedalaman lebih kecil membuat wilayah itu subur.

Pemandangan hijau pepohonan serta sawah dan ladang memenuhi kabupaten yang berbatasan dengan Kabupaten Sleman (DIY), Boyolali, Purworejo, Temanggung, dan Semarang (Jateng) ini.

Kondisi geografis ini mempunyai potensi besar untuk dikembangkan. Selain potensi pertanian sayur mayur di wilayah Kopeng, ataupun agrowisata di kawasan Candi Borobudur, Magelang mengembangkan potensi budidaya ikan tawar.

Dalam rangka bersinergi dengan Porvinsi Jateng seperti dipaparkan di atas, Kabupaten Magelang mengembangkan klaster Budidaya Ikan Air Tawar terletak di Dusun Ngranjek 1 Desa Ngrajek Kecamatan Mungkid Kabupaten. Magelang.

Desa Ngranjek I memiliki sumber daya alam air berupa aliran irigasi yang mengalir sepanjang tahun.

Dusun Ngranjek I terletak di jalur wisata candi Borobudur dan dekat dengan Pasar Ikan, sehingga mempermudah pendistribusian dan pemasaran ikan.

Ikan air tawar dan ikan hias

Produk yang dihasilkan adalah pendederan ikan jenis bawal, mas, lele dan nila tawes, braskap, bawal.

Ikan hias juga dijual seperti komet, cupang, dan koi yang juga dibudidayakan oleh beberapa petani ikan. Ini dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar perikanan.

Pasar Ngrajek sudah lama menjadi sentra budidaya dan pasar ikan air tawar. Pasar ikan ngrajek bisa dibilang legendaries bagi warga kabupaten Magelang dan sekitarnya.

Ketika penulis masih kecil dan tinggal di kabupaten itu, ada hari tertentu dalam satu pekan di mana pasar ngrajek ramai dikunjungi pembeli.

Pada hari pasaran itu, pembeli dari luar kota datang berburu ikan ataupun sekedar memeriahkan keramaian karena tempatnya yang berada di jalur wisata Borobudur.

Pasar ikan dekat aliran sungai yang jernih

Pada awalnya, usaha perikanan dimulai dengan dibangunnya pasar ikan yang memanfaatkan aliran sungai yang masih jernih.

Kemudian dengan berkembang pesatnya pasar ikan tersebut, masyarakat tergerak untuk turut mengembangkan usaha perikanan di desa ini.

Desa ini memfokuskan usaha pada pembibitan ikan. Hasil bibit ikan Ngrajek diakui oleh para konsumennya memiliki kualitas yang lebih baik daripada bibit ikan yang berasal dari daerah lain.

Ini dikarenakan sumber air yang melimpah sehingga kesegaran air terjaga, selain itu dilakukan pembudidayaan dengan memanfaatkan kolam sawah yang memiliki andil besar dalam menjaga kualitas ikan.

Penggunaan kolam sawah dengan sirkulasi air yang terus berganti membuat bibit ikan memiliki tingkat ketahanan hidup yang lebih tinggi daripada yang dibudidayakan di kolam buatan. Oleh karena itu, Ngrajek telah dikenal sebagai penghasil bibit ikan berkualitas.

Potensi inovasi daya saing ikan ngrajek

Potensi itu terbaca Balitbang Provinsi Jawa Tengah sehingga dikembangkan menjadi klaster dalam kerangka KIID.

Sistem inovasi yang dilakukan dengan pengembangan teknologi dan inovasi.

  • Teknologi & Inovasi yang telah dikembangkan yaitu teknologi pendederan ikan air tawar; dan
  • Teknologi & Inovasi yang dibutuhkan yaitu teknologi pengolahan pakan ikan.

Guna mendukung itu, Provinsi Jawa Tengah mendirikan Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar di Muntilan yang merupakan bagian dari UPTD Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi.

Selain mengkhususkan bloodstock mereka juga kegiatan yang meliputi pembinaan dan bimbingan teknis UPR, Pelatihan budidaya ikan air tawar kepada UPR dan pembudidaya ikan, konsultasi teknis, Pelayanan penelitian dan percontohan.

Satker pembenihan dan budidaya

Di Ngrajek terdapat Satuan Kerja Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar Ngrajeg ( Satker PBIAT Ngrajeg ) merupakan salah satu dari tiga satuan kerja yang ada pada Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar Muntilan.

Saat ini Satker mengelola fasilitas pokok sebagai berikut:
1. Kolam Induk Lele                                          11  buah
2. Kolam Induk Nila Merah                                 4  buah
3. Kolam Induk Nila Hitam                                  2  buah
4. Kolam Induk Graskarp                                    1  buah
5. Kolam Induk Patin                                           1  buah
6. Kolam Induk Karper                                       1  buah
7. Kolam Induk Tawes                                        2  buah
8. Kolam Pemberokan Nila                                 2  buah
9. Kolam Pendederan                                        17  buah
10. Hatchery                                                         2    unit
11. Laboratorium                                                  1    unit
12. Peralatan Perbenihan                                       2    unit
13. Peralatan Penangkapan                                   2    unit
14. Gudang Pakan                                                1    unit
15. Bangsal Penjualan                                           1    unit

Inovasi menjadi kata kunci keberhasilan daya saing tatkala kondisi sumber daya yang tersedia tidak lagi menjanjikan keunggulan. Daya kreasi menjadi penting agar bisa eksis dalam dunia industry yang sarat persaingan.

3 kunci inovasi daya saing

Sistem Inovasi Nasional dan Sistem Inovasi Daerah selayaknya diprioritaskan dalam rangka penggalakan Kompetensi Industri Inti Daerah (KIID).

Penulis mengambil kasus Jawa Tengah bagaimana mereka mengembangkan dan mengaplikasikan dengan memoles pasar ikan Ngrajek yang sudah sejak lama mellegenda sebagai sentra perikanan bagi masyarakat sekitar.

Hanya saja, sampai saat ini belum terdengar prestasi membanggakan seperti misalnya produk ikan air tawar tersebut masuk sebagai pengekspor besar.

Perlu dicatat nasehat guru besar Marketing Internasional Profesor Martani Huseini tentang agar produk bisa unggul yaitu terpenuhinya tiga syarat, yaitu: 1) tidak mudah ditiru, 2) memiliki nilai signifikan, dan 3) memiliki akses ke pasar.

Referensi:
[1] Bahan Kuliah Daya Saing Daerah dan Nasional di Program Magister Administrasi dan Kebijakan Publik Universitas Indonesia 2013.
[2] Fahmi Wibawa dalam Inovasi Sebagai Referensi, sebuah pemaparan hasil temuan monitoring pelaksanaan otonomi daerah di Jawa Timu, 2004: Partnership.
[3] Tim JPIP, ibid.
[4] Dedi Mulyadi, Manajemen Perwilayahan Industri, 2012, Leuser Cita Pustaka: Jakarta.
[5] Sidajateng

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *