Tiga Kemenangan

KALAH di laga perdana tak membuat juara Liga Inggris, Chelsea, hancur. Skuat asuhan Antonio Conte mencatatkan tiga kemenangan beruntun di Premier League.Tottenham Hotspur, Everton, dan kini Leicester City mereka tumbangkan.

Bertandang ke King Power Stadium, Chelsea sukses membawa pulang tiga poin setelah mengalahkan Leicester 1-2. Gol Chelsea dicetak Alvaro Morata dan N’Golo Kante. Sedangkan gol Leicester dicetak oleh Jamie Vardy melalui penalti Alvaro Morata yang sempat hujan kritik di awal kedatangannya, membuktikan diri memang pantas dibayar mahal Chelsea. Mantan penyerang Juventus dan Real Madrid itu membuka keunggulan untuk The Blues.

N’Golo Kante




Mantan pemain Leicester City, N’Golo Kante, memperbesar keunggulan Chelsea. Tendangan keras yang dilepaskan dari luar kotak penalti gagal dibendung Kasper Schmeichel.

Berbeda dengan Alvaro Morata yang melakukan selebrasi heboh, Kante tak melakukannya. Penyandang jersey nomor 7 itu mengaku tetap menaruh hormat terhadap mantan klubnya tersebut.

“Selalu spesial saat harus berhadapan dengan mantan saya itu. Saya melewati tahun yang amazing di sini, tapi ketika bertandang tentu saya ingin menang,” kata Kante usai pertandingan seperti dilansir bbc.com (10/9/2017).

Juara Beruntun

Kante mengangkat piala Premier League bersama Leicester sebelum bergabung Chelsea. Artinya, dua musim berturut-turut, dia juara Premier League dengan klub berbeda.

“Mencetak gol tentu sebuah kepuasan, tapi saya tidak melakukan selebrasi karena saya respek terhadap mantan klub.”

Kante terpilih sebagai man of the match versi BBC dalam laga di markas Leicester, King Power Stadium. Berikut ini alasannya.

Tangguh

Kante tangguh dalam melakukan fungsi pertahanan di depan bek. Dia selalu memenangkan tackle. Selain itu, dia tiga kali mengkreasi serangan yang salah satunya berbuah gol.

Espn.co.uk (10/9/2017) juga memberikan respek terhadap Kante yang tidak melakukan selebrasi setelah menjebol gawang mantanya itu. Menurut espn, apa yang dilakukan pemain terbaik Premier League versi PFA itu menunjukkan Kante sebagai pemain berkelas.

Meski tak mencetak banyak gol, Kante dinilai layak mendapatkan poin 8 dalam skala 1-10.

Tulang Punggung

Kemenangan Chelsea ini menjadi sinyal positif bagi juara bertahan Premier League ini. Pemain muda berbakat yang didatangkan musim ini, Antonio Rudiger, Tiemoue Bakayoko, dan Morata mulai menunjukkan kelasnya memang layak menjadi tulang punggung tim juara.

Davide Zapacosta yang datang kemudian juga tampil cukup menjanjikan bagi tim bermarkas di London itu. Skuat Conte semakin kuat dengan kembalinya Eden Hazard yang lama menepi karena cedera.

Chelsea memang butuh banyak pemain karena selain harus mempertahankan gelar liga domestik, juara Liga Champions menjadi impian.

Pekan depan, mereka harus memulai fase penyisihan gurp Liga Champions melawan FK Qarabag dari Azerbaijan. Dan, pekan berikutnya di Premier League harus menjalani Derby London kontra Arsenal.

*Artikel ini karya penulis yang pernah terbit di Platform UC News http://tz.ucweb.com/4_59dwc