Scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau. Cara Mengobati Scabies Kucing bagaimana? Pertanyaan sejenis ini banyak mengemuka di questionhub google. Tampaknya banyak pecinta kucing yang tengah mengalami masalah tersebut.

Kucing memang salah satu hewan peliharaan paling populer. Kucing bisa memberikan rasa hangat, sangat mudah meringkuk di sebelah.

Seorang pecinta kucing mengatakan bisa meredakan stress hanya dengan membelai bulunya yang halus. Pun suara dengkurannya kala tidur bisa juga menjadi pereda penat.

Namun demikian, rasanya susah manakala si mpus terkena Scabies. Salah satu penyakit yang sedang banyak dikhawatirkan. Betapa tidak, penyakit itu membuat ada kerak di kulit kucing. Tenang, dalam pembahasan kali ini kita akan mengupas bagaimana cara mengobati scabies kucing.

Photo by cottonbro on Pexels.com

Apa itu scabies

Scabies adalah penyakit kulit. Familiar dengan nama kudis. Penyakit kulit ini tak hanya kerap dijumpai pada Kucing, tapi juga menyerang Anjing dan Kelinci.

Scabies disebabkan oleh tungau, kutu yang sangat kecil. Tungau bernama Sarcoptes scabiei, makhluk berukuran mikroskopis 0,2 – 0,4 mm.

Bila menempel pada tubuh hewan tersebut kemudian membuat “terowongan” di bawah kulit hewan.

Tentu saja terowongan yang tidak diinginkan. Ibaratnya jalan kalau di bawahnya muncul terowongan yang tidak diinginkan, permukaan menjadi rusak kan. Nah, begitulah bila hewan peliharaan terkena tungau yang membuat terowongan di bawah kulit, bisa dibayangkan apa jadinya permukaanya.

Keropeng, berkerak. Itulah yang terjadi bila Kucing terkena Scabies. Pada kulitnya muncul kerak. Yang gampang terlihat kerak di telinga atau kaki. Pada bagian tubuh lainnya terkadang tersamar oleh bulunya.

Tanda-tanda nih kalau Kucing kesayanga tiba-tiba menggaruk-garuk tubuhnya tak biasa. Kucing memang biasa menggaruk tubuhnya, tapi garukannya akan terlihat lain saat terkena Scabies.

Kenali Gejala Scabies

Scabies sebenarnya sakit kulit biasa. Tidak berbahaya. Tapi, kalau sampai telat mengobatinnya karena pemilik Kucing telat menyadari, akibatnya bisa parah. Bahkan, kalau didiamkan saja, bisa berakibat fatal, membuat hewan peliharaan mati.

Selain telat menyadari, terkadang pemilik salah mendiagnosa. Sebab, gejalanya mirip kena jamur. Melihat kucingnya gatal kemudian diolesi salep anti jamur. Eh ternyata tidak sembuh. Itu karena scabies dan jamur berbeda.

Ada baiknya memang membawa ke dokter hewan bila Kucing menunjukkan gejala tak biasa seperti gatal tersebut. Para dokter hewan tentu lebih memahami dan bisa membedakan apakah si kucing kena jamur atau scabies.

Gejala scabies yang paling umum dan gampang dilihat bila ada kerak di telinga, muka, kaki, dan ekor. Biasanya gejala muncul pada area tersebut. Selanjutnya bisa menjalar ke punggung dan perut.

Berbeda dengan scabies, kalau jamur biasanya keraknya muncul di punggung dan sisi perut bagian bawah.

Kerak karena jamur dan scabies beda. Bila jamur lebih gampang dikelupas, tapi kalau kerak scabies susah, bila dipaksa dikelupas biasanya berdarah.

Berikut ini gejala scabies pada kucing

– Kucing terjangkit scabies mulanya sering menggaruk bagian kepla

– Pada telinga muncul bercak kerak kulit mati dan membotak

– Jika dibiarkan akan menyebar ke seluruh muka

– Jika kerak dikerok pelan, maka kulit mati yang tampak seperti ketombe terangkat meninggalkan luka lecet

Cara mengobati scabies kucing

Bila hewan peliharaan terkena scabies sebaiknya dibawa ke dokter hewan. Konsultasikan penyakitnya.

Menurut drh. Rasi Sadra Rausanfikri, pengobatan scabies dengan memberikan suntikan. Pengobatan sendiri bisa dilakukan memakai salep khusus dan shampoo.

Hanya saja, salep khusus itu tidak dijual bebas dan harus pakai resep dari dokter. Jadi, sama saja ya, lebih baik bila hewan peliharaan kena scabies bawa ke dokter.

Cara mengobati scabies kucing yang juga perlu diperhatikan adalah menjaga kebersihan lingkungan. Harus membersihkan kandang karena bisa jadi area yang sebelumnya sering dilewati kucing merupakan tempat tungau scabies berasal.

Mencuci alat grooming seperti sarung tangan grooming, sisir, sikat, spons mandi.

Pasca pengobatan

Setelah pengobatan, scabies biasanya akan hilang dalam waktu seminggu sampai dua minggu, dan kerak-kerakn akan copot dengan sendirinya. Selama proses pencopotan kerak, kucing sebaiknya selalu ditaruh dalam kandang. Sebab, kita tidak tahu apakah kerak-kerak yang copot tadi itu masih ada tungau yang hidup.

Bila tidak dijaga kebersihan kucing dan juga lingkungannya, dikhawatirkan akan membuat infeksi ulang. Kucing juga riskan terserang infeksi sekunder, yaitu infeksi karena bakteri dan jamur.

Kalau sampa itu terjadi kan sayang, habis pengobatan scabies, nantinya butuh pengobatan lebih panjang.

HELP ME, BRO: Konten yang ada di blog ini asli karya Tim Bakti.id. Tidak diperkenankan mengambil isi konten tanpa izin. Traktir saya kopi melalui: Paypal

Comment Policy: Silakan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.